Hadi Maryadi Berbagi

September 25, 2010

Statistical Quality Control (SQC)

Filed under: Edukasi — hadidokterseo @ 2:47 am

Statistical quality control (SQC) adalah sebuah cara yang digunakan untuk menjelaskan sebuah perangkat statistik yang digunakan oleh quality professionals (orang yang bertanggung jawab akan kualitas sebuah produk). Statistical quality control dapat dibagi secara garis besar menjadi 3 bagian yaitu:

1. Descriptive Statistics (Statistik Deskriptif) yang digunakan untuk menjelaskan mengenai karakteristrik dan hubungan dari sebuah kualitas. Termasuk didalamnya nilai-nilai statistik seperti mean (rata-rata), standar deviasi, range (jarak) dan analisa dari penyebaran data (data distribution)

2. Statistical process control (SPC) berhubungan dengan inspeksi atau pengecek an pada sample acak yang merupakan output dari sebuah proses dan kemudian menentukan apakah produk dari produksi sesuai dengan karakteristik yang sesuai dengan range yang diberikan. SPC menjawab juga menjawaba apakah sebuah proses terlaksana dengan baik atau tidak.

3. Acceptance sampling adalah sebuah proses acak dalam melakukan inspeksi atau pengecek an pada beberapa sampel barang dan kemudian menentukan apakah 1 lot /bagian produksi tersebut dalam menghasilkan produk dapat diterima. Acceptance sampling ini digunakan untuk menentukan sebuah batch (kumpulan produk) barang dapa diterima atau ditolak.

Setiap perangkat di masing-masing kategori memberikan berbagai informasi yang berbeda untuk digunakan dalam menganalisa kualitas. Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan karakteristik kualitas tertentu. Walaupun statistik deskriptif sangat praktis untuk digunakan, namun statistik deskirptif tidak dapat menentukan apabila terjadi masalah dari kualitas tersebut. Acceptance sampling dapat membantu kita untuk memecahkan masalah ini, metode ini dapat menentukan apakah sebuah batch dari produk telah mencapai kualitas tertentu atau belum. Namun, walaupun metode acceptance sampling ini dapat membantu kita menentukan sebuah batch dari memenuhi kualitas tertentu atau tidak. Metode ini tidak dapat mengindentifikasi problem-problem yang terjadi pada proses produksi. Untuk mengetahui ini diperlukan perangkat statistical process control (SPC).

Semua kategori statistical quality control sebetulnya sangat membantu dalam mengukur dan mengevaluasi kualitas dari sebuah produk. Namun, SPC adalah metode yang paling sering digunakan untuk mengindentifikasi problem kualitas pada saat proses produksi.

4 Komentar »

  1. salam…………………. kunjungan balik sobat………….

    Komentar oleh MENONE — Oktober 4, 2010 @ 6:30 am | Balas

  2. SPC bisa digunakan untuk mengukur kualitas barang yang yang dah lama masuk gudang ga, exp; kualitas amunisi setelah berada dalam gudang sekian x waktu.
    mohon pencerahannya

    Komentar oleh MasAmin — Juni 29, 2011 @ 8:33 am | Balas

    • mohon maaf baru respon…
      SPC lebih kepada mengontrol sebuah proses produksi melalui output saat itu…
      kalau untuk pengecekan barang seperti itu lebih cocok acceptance sampling menurut saya.. CMiiW

      Komentar oleh hadimaryadi — Agustus 10, 2011 @ 1:16 pm | Balas

  3. Selamat Pagi mas.
    saya mahasiswa Gunadarma.
    Mau tanya nih. saya telah magang di perusahaan tepung terigu. yang saya ingin tanyakan yaitu: saya ingin mengendalikan kualitas tepung terigu tersebut. kira-kira lebih cocok ke SPC (statistical proses control) atau SQC (statistic Quality Control)

    Terima kasih.

    Komentar oleh fazri — September 14, 2013 @ 12:31 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: